Laporan Kegiatan Membaca Buku
Judul Buku : ENCOUNTERS
WITH JESUS (PERJUMPAAN-PERJUMPAAN DENGAN YESUS)
Pengarang : Timothy
Keller
Penerbit : Penguin
Group (USA) Inc
Kota Terbit : New
York
Kegiatan Prabaca
|
Nomor
|
Pertanyaan Sebelum Membaca
Buku
|
|
1
|
Apa yang dimaksud dengan
murid yang skeptis ?
|
|
2
|
Mengapa dalam buku
perjumpaan dengan Yesus malah dibahas tentang orang dalam dan orang luar ?
|
|
3
|
Apa yang terjadi dengan dua
orang saudari yang berduka ?
|
|
4
|
Ada apa dengan pesta
pernikahan pada bab empat ?
|
|
5
|
Siapa si orang Kristen
pertama yang dibahas pada bab lima ?
|
|
6
|
Siapa si musuh besar yang
dibahas pada bab enam ?
|
|
7
|
Pada bab delapan, “judulnya
Tuan yang Taat”. Pada siapakah seorang Tuan harus taat, bukanya dia Tuan ?
|
Kegiatan Pascabaca
|
No
|
Bab/Subbab/
Bagian
|
Butir-Butir Penting/Menarik
|
|
1
|
Bab 1
Murid yang Skeptis
|
Murid yang skeptis adalah
murid yang ragu-ragu.
|
|
Setiap agama atau filsafat
berkata Anda harus melakukan sesuatu untuk berelasi dengan Allah; tetapi
kekristenan berkata tidak, Yesus Kristus datang untuk melakukan bagi Anda apa
yang tidak bisa Anda lakukan sendiri. Setiap agama berkata inilah
jawaban-jawaban bagi pertanyaan-pertanyaan besar, tapi kekristenan berkata
Yesus adalah jawaban bagi semuanya.
|
||
|
Anda tidak pernah bisa tahu
sesuatu itu baik atau buruk kecuali Anda tahu telosnya. Maka, sebagai contoh, dia bertanya, bagaimana Anda bisa
mengatakan sebuah jam itu baik atau buruk? Anda harus tahu tujuan dari jam
itu dulu. Jika saya berusaha menancapkan sebua paku dengan menggunakan jam saya sebagai palu,
dan jam itu rusak, apakah saya bisa mengeluh kalau jam itu “jam yang buruk”?
Tentu tidak; Jam itu tidak dibuat untuk menancapkan paku.
|
||
|
Kehebatan dari kekristenan
adalah tidak bicara tentang “inilah
yang harus kamu lakukan untuk menemukan Allah.” Kekristenan bicara tentang
Allah yang datang ke dunia dalam pribadi Yesus Kristus, mati diatas salib,
untuk menemukan Anda. itulah
kebenaran yang radikal dan unik yang diberikan kekristenan kepada dunia ini.
|
||
|
Jangan biarkan pAndangan
bahwa kekristenan itu sudah ketinggalan zaman atau tidak maju secara
intelektual membutakan Anda terhadap apa yang ditawarkan oleh kekristenan.
Perhatikan kesombongan dan prasangka Anda. Hati-hati dengan sikap merendahkan
dan mencibir. Ini meracuni seluruh aspek kehidupan, terutama disaat bicara
tentang pertanyaan-pertanyaan yan mendasar.
Meski sebagian besar orang
mencari iman melalui pencarian mereka dengan ketakutan mengalami kekecewaan,
Yesus berkata Dia akan selalu lebih dari yang dicari semua orang. Dia akan
selalu melampaui harapan kita; Dia akan lebih dari yang kta minta atau
bayangkan.
|
||
|
2
|
Bab 2
Orang Dalam Dan Orang Luar
|
Setiap orang harus hidup
untuk tujuan tertentu, dan Yesus berkata jika bukan Dia tujuan itu maka Anda tidak akan puas, pertama tujuan itu akan
memperbukdak Anda. Apapun hal itu Anda akan berkata kepada diri Anda bahwa Anda
harus memilikinya atau tidak ada
masa depan. Artinya jika ada apapun yang mengancamnya, Anda akan menjadi
sangat takut; jika ada yang menghalanginya, Anda akan menjadi sangat marah;
dan jika Anda gagal mencapainya, Anda tidak akan bisa memaafkan diri Anda. Dan
kedua, jika Anda bisa mencapainya,
hal itu tidak bisa memberikan kepuasan yang Anda harapkan.
|
|
Kita tidak bisa bicara
tentang apa yang harus kita lakukan untuk membuat dunia jadi lebih baik
kecuali kita memahami dengan jelas apa yang terjadi dengan dunia ini.
|
||
|
Diagnosis ada sebelum resep
|
||
|
Wallace jelas bukan orang
beragama, tapi dia memahami kalau semua orang memuja sesuatu, semua orang
percaya pada sesuatu tderkait keselamatan mereka, semua orang mendasarkan
hidup mereka pada sesuatu yang membutuhkan iman. Beberapa tahun setelah
memberi pidato itu, Wallace membunuh dirinya sendiri. Dan kata-kata
perpisahan dari oran tidak beragama ini sangat menakutkan:”sesuatu akan memangsa
Anda hidup-hidup.” Karena meski Anda mungkin tidak menyebutnya sebagai
pemujaan, Anda perlu sadar Anda sedang memuja dan Anda sedang mencari sesuatu
untuk dipuja. Dan Yesus berkata, “kecuali Aku yang kamu puja, kecuali Aku
yang menjadi pusat hidup kamu, kecuali kamu berusaha memuaskan rasa haus
rohani melalui Aku, bukannya melalui hal-hal lain, kecuali kamu melihat
jawabannya harus dari dalam bukannya dari luar, maka apapun yang kamu puja
pada akhirnya akan meninggalkanmu.”
|
||
|
Ada sesuatu yang menghalangi
pendengaran kita terkait apa yang Yesus bicarakan, dan menurut saya itu
karena sebagian besar dari kita tidak mampu
|
||
|
Anda tidak berasumbangsih apa pun dalam hal kelahiran. Itu
adalah pemberian hidup yang cumma-Cuma. Dan demikian juga dengan kelahiran
baru. Keselamatan itu melalui kasih karunia – tidak ada usaha moral apa pun
yang bisa menghasilkannya. Anda harus dilahirkan kembali.
|
||
|
Jika Anda membangun hidup Anda
diatas karier Anda, pasangan Anda, uang Anda, dan moralitas Anda, maka itu akan
gagal, tidak ada harapan bagi Anda. Anda tahu alasannya? Karena setiap
juruselamat selain Yesus Kristus bukanlah juruselamat yang sesungguhnya. Jika
karier Anda gagal, itu tidak akan mengampuni Anda. Itu hanya akan menghukum Anda
dengan rasa malu dan membenci diri. Yesus dalah satu-satunya juru selamat
yang jika Anda miliki bisa memuaskan Anda, dan jika Anda gagal Anda akan
diampuni.
Karier dan pencapaian moral
Anda, sebaliknya, tidak bisa mati demi dosa-dosa Anda.
|
||
|
3
|
Bab 3
Dua Orang Saudari Yang
Berduka
|
Semua orang tahu kalau
satu-satunya dosa yang bisa Anda ampunia adalah dosa yang dilakukan terhadap Anda.
Anda tidak bisa mengampuni Jim karena telah berbohong kepada Sam – hanya Sam
yang bisa mengampuni Jim atas perbuatannya itu. Jadi ketika Yesus berkata
kepada orang lumpuh,”Dosamu telah diampuni,” orang-orang yang melihat itu
menyimpulkan dengan benar bahwa Yesus sedang mengklaim diri sebagai Allah,
dengan menyiratkan bahwa semua dosa dilakukan terhadap diri-Nya (Mrk. 2:5)
|
|
Sebagian dari kita memiliki
kepribadian yang cenderung untuk mengkonfrontasi ketika simpatilah yang dibutuhkan,
dan sebagian lain melakukan yang sebaliknya. Tapi Yesus Kristus tidak pernah
keras ketika yang dibutuhkan kelembutan atau lembut ketika yang dibutuhkan
teguran keras. Dan itu bukan hanya karena Dia itu Penasehat Ajaib dan
sempurna. Dia adalah kebnaran itu sendiri yang ikut menangis bersama. Dia
adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia.
|
||
|
Dia menjadi manusia,
menjadi fana, rapuh, bisa mati – semua karena kasih-Nya kepada kita.
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar